Kids Zaman Now Vs Generasi Muda Islam

Kembali kepada jaman rasul
Remaja masa kini menorehkan tinta hitam yang menambah buram potret
generasi muda, mereka tak hanya menjadi generasi pembebek dan pengekor
tapi juga babak belur dihantam virus hedonis. Remaja yang sedianya
menjadi harapan dan dambaan umat untuk menuju kebangkitan islam justru
banyak disibukkan dengan pacaran, jelajah mall, clubbing, nongkrong,
galau bahkan sibuk memenuhi ruangan konser bertemu dengan ahjusi dan
oppa-oppa.
Nah inilah beberapa ciri-ciri kids jaman now :
- Suka nongkrong/ngumpul sampai lupa waktu. Hahahihi ngobrolin anak gaul masa kini
- Didepan ramah, dibelakang ghibah
- Bikin squad terus saling khianat satu sama lain
- Dikit-dikit snapgram, dikit-dikit boomerang. Hidup hampa kalau gapunya paketan dan nggak connect wifi. Curhatnya di 2nd account, ngestalk pakai fake account.
- Pamer foto lagi nangis diputusin pacar, pamer foto lagi dugem, malah-malah pamer foto lagi ciuman.
- Ikut challenge hits di social media. Mulai dari baby shark, turun naik, skip challenge sampai Mouthguard Challenge
- Suka foto makanan dan selfie setiap mau makan. Padahal mah entah sudah berdoa apa belum
- Selalu nge-bantah diomelin orangtua, giliran diomelin pacar nurutnya nggak ketulungan
- Somepeople menyebutnya generasi micin
Nah sobat muda sudah mengalami gejala-gejala diatas kah? Kalau iya kuy buruan istigfar. Astagfirullahaladzim…
![]() |
Muslim yang Sesungguhnya |
Remaja Muslim Sekarang
Masa remaja2 adalah masa yang rawan, terlebih dalam hal pergaulan.
Terbukti, banyak remaja-remaja khususnya indonesia terjerumus atau bahkan dengan
sukarela menjerumuskan diri dalam pergaulan seks bebas. Tak bisa dielakkan hal
tersebut karena fakta sudah membuktikan. Kantor Berita Antara menuliskan bahwa
85% remja usia 15 tahun sudah pernah berhubungan seks, dan yang jelas itu diluar
nikah. Harian Republika terbitan Maret 2007 kasih judul pada salah satu
tulisannya “Penyakit Menular Seksual Ancam Siapa Pun” tertulis disitubahwa
hampir 50% remaja perempuan Indonesia melakukan hubungan seks diluar nikah.
Tingkah laku remaja yang sering salah kontrol
ini mengakibatkan tambahnya masalah sosial. Menurut WHO diseluruh dunia sekitar
40-60 juta ibu yang ga kepengen kehamilan melakukan aborsi. Setiap tahunnya sekitar 500 ribu ibu mengalami
kematian karena kehamilan dan persalinan, sekitar 30-50% diantaranya meninggal
gara-gara komplikasi abortus yg ga aman dan 90% terjadi di negara berkembang
termasuk Indonesia. Coba bayangkan. Gimana menurut rekan-rekan semua??
Pemuda Muslim Zaman Rasulullah S.A.W
Teringat
cerita seorang pemuda yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai prajurit
dalam sebuah peperangan yang dipimpin Rasulullah SAW. Ia datang membawa
pedang yang panjang pedangnya itu melebihi tinggi badannya. lalu dengan
tegas Rasulullah menolak niatannya karena ia belum memiliki seni
berperang. Lalu Pemuda itu pulang dan berdiskusi dengan ibunya, lalu Ia
terus belajar dan mencari kelebihan yang ia miliki sehingga ia pun
menemukan bahwa ia pandai menulis dan berbahasa. Di kemudian harinya
Rasulullah mengangkat beliau sebagai sekretaris pribadi. Dan pemuda itu
adalah Zaid bin sabit.
Lain hal nya
dengan Arqam bin abi arqom. Beliau dengan tulus merelakan rumah
tinggalnya digunakan sebagai tempat halaqah pertama Rasulullah beserta
para sahabat. Ia dengan ikhlas membuka selebar-lebarnya pintu rumah nya
agar aktivitas dakwah itu berlangsung. Padahal jika kaum kafir Quraisy
tau akan perkara ini, maka sudah lah pasti rumah tersebut akan di bumi
hanguskan. Tetapi pemuda satu ini memiliki keyakinan yang kuat akan
dakwah Islam sehingga ancaman tersebut bukan menjadi penghalang baginya.
Ada juga
pasangan sahabat yang masih muda, yang sangat ingin membunuh Abu Jahal
karena mereka mendengar bahwa Abu Jahal sangat sering mengintimidasi
Rasulullah. Dengan niat membela manusia yang mereka cintai, maka pada
perang Badar tercapailah apa yang telah mereka cita-citakan dan abu
Jahal pun mati di tangan kedua pemuda ini. Kedua pemuda ini adalah Muadz
bin afra dan Muadz bin Amru.
Dan pemuda
satu ini, dengan istiqamah walau disiksa, dicambuk, dijemur di bawah
matahari yang terik, dihimpit batu besar, tidak melunturkan aqidahnya
dan senantiasa mengucapkan “Ahad”, Allah Yang Satu. Pemuda ini sangat
dikenal di masyarakat karena namanya sangat sering disebut, terutama di
masjid-masjid. Ia adalah Bilal bin rabbah.
Dan yang lainnya? Sebut
saja Sa’ad bin Abi waqash sudah menjadi panglima perang pada usia 17 tahun.
Zaid bin Thabit umur 13 tahun sudah menyibukkan dirinya dengan Islam. Zubayr
al-awwan menjadi panglima perang dan pahlawan perang di usia yg sangat muda.
Usamah bin zaid juga panglima tentara perang saat berhadapan dengan tentara Rom
di syria ketika berumur 18 tahun. Sampai kepada Muhammad Al-fatih ketika berumur 12
tahun dia menjadi gubernur dan usia 21 tahun dia berhasil memimpin bala
tentaranya menakhlukkan konstantinopel.
Ketika kita bandingkan prestasi pemuda Muslim zaman dulu, saat Islam
berkuasa di dunia dan selalu jadi hal yang menarik bagi para pemudanya.
Kita bisa lihat output mereka, orang-orang hebat lahir dan pemuda-pemuda
ksatria muncul. Prestasi-prestasi positif mereka hasilkan. Tapi apa
yang terjadi dengan pemuda Muslim saat ini?
Mereka lebih suka pacaran ketimbang mengetahui kalau pacaran itu haram
dalam Islam, sehingga yang terjadi seperti hal-hal yang saya sampaikan
di awal. Pemuda zaman sekarang lebih suka nongkrong di jalan daripada
nongkrongin majlis-majlis Islam. Pemuda saat ini lebih bangga dengan
hafalan lagu dengan lirik cabul dan tak manfaat daripada mau untuk
hafalkan Al-Qur'an.
Apakah yang membuat mereka berbeda? Agama mereka sama-sama Islam, Tuhan
mereka sama-sama Allah, Rasul mereka sama-sama Muhammad. Kenapa mereka
berbeda?
Karena pemuda Muslim zaman dulu berpegang teguh pada Islam. Mereka
begitu yakin pada Allah. Mereka sungguh menghayati syahadat mereka.
Sehingga hukum-hukum Islam begitu mereka patuhi, dan karena mereka yakin
Islam adalah solusi dan mereka selalu cari solusi dengan Islam.
0 komentar: